Sunday, August 11, 2013

Identifikasi Masalah Sapi dan Daging Sapi Nasional

1. Daging sapi sebagai sumber protein hewani, merupakan salah satu agent of development yang dapat menentukan daya saing SDM suatu negara. Konsumen daging sebagian besar, yaitu sekitar 80% berada di perkotaan, yang jumlah konsumsi per individunya cukup besar. Sementara, masyarakat perdesaan mengkonsumsi daging sapi dalam bentuk bakso yang proporsi dagingnya sangat rendah, yaitu kurang dari 20%.

2. Kebijakan izin impor sapi bakalan dan daging sapi yang dikeluarkan pemerintah sejak 1980an semula untuk menyediakan daging murah, sehingga konsumsi daging masyarakat meningkat. Namun, pada saat ini proporsi daging sapi impor telah mencapai 30% dari kebutuhan daging sapi nasional, sehingga mengkhawatirkan bagi kedaulatan dan ketahanan pangan. Terlebih pada kondisi update saat ini dimana impor dilakukan bebas kuota.

3. Swasembada daging yang dilakukan pemerintah merupakan upaya yang sangat relevan untuk ketahanan pangan, dengan mengurangi ketergantungan impor sampai pada batas 10% dari kebutuhan. Impor daging yang selama ini dilakukan tidak lain untuk mengisi excess demand agar harga tertinggi (ceiling price) dapat dijangkau oleh masyarakat. Penetapan ceiling price yang bertujuan untuk melindungi konsumen, ternyata di sisi lain dapat menjadi disinsentif bagi peternak untuk memelihara sapi.

4. Kondisi ekonomi pasar sapi domestik tidak stabil dan berpola acak, karena terjadi pengaruh yang sangat signifikan dari ekonomi pasar sapi dan daging luar negeri dan variabel-variabel pasar lainnya. Selain itu, ekonomi pasar sapi dalam negeri juga dipengaruhi oleh fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar. Hal ini terjadi karena quantum importasi sapi dan daging ke Indonesia cukup signifikan, yaitu mencapai 30% dari total kebutuhan pasar dalam negeri.

5. Ada 3 variabel yang berpengaruh terhadap konsumsi daging sapi lokal, yaitu rasio harga riil daging impor dengan daging lokal, jumlah penduduk kota, dan pendapatan per kapita. Hanya ada satu variabel yang berpengaruh terhadap harga daging sapi lokal, yaitu peningkatan harga daging sapi impor. Sebagai negara berkembang, konsumen Indonesia tidak dapat memengaruhi harga di pasar internasional secara nyata. Satu-satunya variable yang berpengaruh adalah harga daging sapi impor tahun sebelumnya. Hubungannya yang positif menunjukkan bahwa harga daging impor dari tahun ke tahun cenderung meningkat.
(WD-Sekjend)

BERITA-ARTIKEL LAINNYA